Rabu, 10 April 2013

laporan PKL perpustakaanBAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Di masa informasi sekarang ini, kebutuhan akan keakuntabilitas sebuah data sangat dibutuhkan. Hal ini berguna untuk kemudahan dalam tercapainya sebuah kebutuhan akan informasi. Begitupun juga dengan kebutuhan akan buku yang ada disebuah perpustakaan. Namun masih banyak data yang ada di perpustakaan dibuat secara manual, sehingga sering terjadi kesemrawutan data. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Plus Ma’arif NU Desa Bacem , sebagai salah satu madrasah yang berusaha dalam mendukung berbagai macam program pendidikan yang ada di pendidikan dasar. Dalam ini dengan terwujudnya sebuah perpustakan yang didalamnya terdapat berbagai macam buku panduan dalam berbagai macam bidang pelajaran. Pengelolaan yang ada masih menggunakan pendataan manual dan belum terkomputerisasi dengan baik. Sebuah sistem perpustakaan dibutuhkan sebagai pendukung dari keakuratan sebuah data, sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam pencatatan buku, peminjaman buku dan berapa lama buku tersebut telah dipinjamkan. Karena berbagai hal tersebut, maka banyak terjadinya kehilangan pada buku yang menjadi koleksi perpustakaan. Hasil dari berbagai macam evaluasi tersebut dijadikan dasar dan rujukan tentang bagaimana sebuah sistem database perpustakaan tersebut akan dibuat. Dengan dibuatnya sistem tersebut, maka diharap bisa meminimalisir dalam terjadinya kerancuan data. Keseimbangan antara sistem dan pengguna juga harus diperhatikan,supaya terjadi keseimbangan dalam sistem infomasi yang lebih baik. Maka bisa diharapkan sistem komputer bisa mengurangi kesalahan data pada sebuah perpustakaan dan memudahkan kinerja para petugas perpustakaan tersebut. 1.2 Rumusan Masalah Membuat sistem informasi tentang data anggota perpustakaan yang adalah siswa, guru dan karyawan. Membuat sistem informsi tentang data buku dan data kategori buku yang ada diperpustakaan. Membuat sebuah sistem informasi yang mencatat transaksi peminjaman dan pengembalian buku. Membuat sistem informasi yang mencatat tentang laporan transaksi peminjaman dan pengembalian buku. 1.3 Ruang Lingkup Untuk menunjang pembuatan Sistem Informasi Database Perpustakaan, maka perlu dibuat batasan–batasan permasalahan agar pembahasan lebih terarah dan tujuannya dapat tercapai dengan maksimal. Batasan–batasan tersebut antara lain : 1. Membuat sistem informasi berbasis desktop, dan digunakan untuk kepentingan internal sekolah. 2. Menggunakan database Microsoft Acces. 3. Sistem yang dibuat dalam sistem informasi kesiswaan meliputi : a. Database siswa. b. Database buku dan kategori buku. c. Transaksi peminjaman buku d. Transaksi pengembalian buku. 4. Laporan-laporan sebagai berikut : a. Cara pembuatan laporan. b. Laporan peminjaman buku c. Laporan pengembalian buku. 1.4 Tujuan Dan Manfaat Penulisan 1.4.1. Tujuan penulisan 1. Tugas Akhir ini dibuat sebagai persyaratan akhir bagi kelulusan pendidikan tingkat strata 1 jurusan Sistem Informasi di lingkungan Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta 2. Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini selain untuk kepentingan penulis sendiri, Tugas Akhir ini dibuat juga untuk memenuhi kebutuhan bagi tempat penulis melakukan penelitian guna mendapatkan data selama penyusunan Tugas Akhir ini. 3. Sebagai referensi dan informasi bagi mahasiswa – mahasiswi Teknik Informatika yang ingin membuat atau mengembangkan sebuah sistem informasi tentang database perpustakaan di MI. 1.4.2. Manfaat Penulisan 1. Pihak Madrasah Ibtidaiyah (Tempat penulis melakukan penelitian) dan juga pihak orang tua siswa dapat mengetahui tentang koleksi buku yang ada di perpustakaan. 2. Meningkatkan dan memantapkan serta memperluas ketrampilan dalam bidang pemrograman khususnya pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 3. Memberikan pengalaman dan implementasi dari teori dan praktek yang telah didapat semasa kuliah, serta melihat penerapannya dalam dunia nyata. 1.5. Sistematika Penulisan Penulisan Tugas Akhir ini disusun atas beberapa bab yang masing – masing bab, penjelasannya adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaat, dan sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN UMUM Yang berisi tentang gambaran umum sekolah, struktur organisasi, sejarah sekolah dan sistem yang sedang berjalan. BAB III LANDASAN TEORI Landasan teori yang berisi tentang teori – teori dasar yang meliputi sistem informasi mengenai database, penjelasan singkat mengenai pada sebuah perpustakaan juga bahasa pemrograman yang digunakan dalam pembuatan program yaitu bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 dan database Microsoft Acces. BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Bab ini menjelaskan tentang perancangan program yang akan dibangun dengan menggunakan pembuatan database yang biasa disebut dengan ERD (Entity Relationship Diagram), pembuatan DFD sebagai alur sistem, dan juga pembuatan user interface atau tampilan dari masing-masing form aplikasi yang dibuat. BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Bab ini menjelaskan tentang dan cara menjalankan aplikasi serta uji coba dari program yang telah dibuat tersebut. BAB VI PENUTUP Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan yang dapat diambil dari keuntungan sistem serta berisi tentang saran-saran yang diambil dari kelemahan sistem untuk perbaikan guna pengembangan lebih lanjut dari sistem yang telah dibuat. DAFTAR PUSTAKA Pada bagian ini akan dipaparkan tentang sumber-sumber literatur, tutorial, buku maupun situs-situs yang digunakan dalam pembuatan Laporan Tugas Akhir ini. BAB II TINJAUAN UMUM 2.1. Gambaran Umum Sekolah Seperti diketahui bahwa lembaga pendidikan banyak dilahirkan oleh lembaga agama dan pelajaran tertua adalah pelajaran agama dalam arti luas. Secara unum di pulau Jawa sudah ada pendidikan agama sejak zaman kolonial Belanda yang diajarkan oleh para wali. Oleh sebab itu tidak heran jika penduduk Indonesia kebanyakan beragama Islam. Perkembangan selanjutnya pendidikan keagamaan dikelola oleh lembaga agama yang ada. Sebagaimana di desa Bacem Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, lembaga pendidikan dikelola oleh jamiyah NU yang sedang berdirinya bertujuan untuk menegakkan syariat Islam dengan berhaluan ahli sunnah wal jamaah. Pendidikan yang dikelola mula - mula berupa madrasah diniyah yang berdiri sekitar tahun 1950. Ilmu yang diajarkan masih melulu ilmu agama dan berbahasa Arab pasif. Lembaga pendidikan keagamaan, sangat berkontribusi sebagai pendiri dari lembaga pendidikan formal. Hal ini karena semakin lama pemahaman masyarakat antara pentingnya pendidikan agama dengan pendidikan umum dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh sebab itulah, sekarang ini lembaga pendidikan swasta dan berbasis agama bersaing dengan sekolah negeri dalam menyelenggarakan pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam perkembangannya, kebutuhan masyarakat akan pendidikan agama maupun pendidikan umum semakin komplek. Untuk memenuhi kebutuhan itu pada tahun 1969 didirikan madrasah diniyah (MI) yang sistem pendidikannya sudah dikelola sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam arti sudah menggunakan jenjang pendidikan, kurikulum dan dimasukkan pelajaran ilmu pengetahuan umum disamping tetap melaksanakan pengajaran agama Islam. Berkat kegigihan tenaga pengajarmaupun tukoh – tokoh masyarakat yang merasa punya tanggung jawab akan berlangsungnya pendidikan itu, maka sampai sekarang masih tetap eksis. Bahkan pada tahun 1969 juga mampu mendirikan taman kanak-kanak Alhidayah. 2.1.1. Profil Sekolah Keterangan profil sekolah 1. Nama sekolah : Mi Plus Ma’arif Nu Bacem 2. Nomor static sekolah : 111235050078 3. Nomor static bangunan : 013161790510801 4. Kode wilayah : 06 5. Alamat : Jalan : Brawijaya Desa/kelurahan : Bacem Kecamatan : Ponggok Kota/Kab : Blitar Propinsi : Jatim Kode Pos : 66182 No telp : No Faxcimile : 6. Status sekolah : diakui 7. Kelompok sekolah : inti 8. Waktu KMB : pagi 9. Tahun berdiri : 03 maret 1969 10. Pendiri : 11. Surat keputusan : 12. Lembaga penyelenggara : yayasan 13. Bangunan : milik sendiri 14. Daerah : pedesaan 15. Jarak ke pusat Kec : 05 km’ 16. Jarak ke pusat Kota : 20 km 17. Terletak pada lintasan : desa 2.1.2. Visi dan Misi Visi Memberikan bekal kemampuan dasar tentang pengetahuan agama Islam, menekankan kemampuan dan ketrampilan baca dan tulis Al-Qur’an dan pengalaman akhlalul karimah dalam kehidupan sehari –hari sebagai seorang muslim. Memberikan bekal keimanan dan ketrampilan dasar sesuai dengan lingkungan dan perkembangan siswa dan perkembangan ilmu oengetahuan dan ternologi serta kesenian serta penggunaan bahasa, baca tulis dan hitung yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Memposisikan madrasah sebagai pusat pendidikan yang mampu mempersiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi disertai dengan iman dan taqwa. Misi Menyelenggarakan pendidikan yang memprioritaskan mutu baik secara keilmuan, maupun secara moral dan sosial sehingga mampu menyiapkan dan mengembangkan sumberdaya manusia yang mempunyai kualitas dibidang ilmu pengetaahuan dan teknologi serta iman dan taqwa. Hal ini untuk menunjang siswa sebagai bekal dalam menuju perkembangan psikologis. Baik dalam mereka menuntut ilmu kejenjang yang lebih tinggi, maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Hal ini diperlukan supaya terjadi keseimbangan, baik dalam ahklak dan dalam penguasaan ilmu pengetahuan yang mereka miliki. 2.2. STRUKTUR SEKOLAH Ini adalah gambaran mengenai struktur sekolah di MI Plus Ma’arif Nu Desa bacem Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. STRUKTUR ORGANISASI MI PLUS MA’ARIF NU DESA BACEM Dinas Pendidikan Kab. Blitar Wakabag Kurikulum Aji Purnomo, Spdi Lembaga Pendiri /Yayasan Ma’arif Komite Ahm. Sahudi Kepala Madrasah H. Asnal KH, Mpdi Wakabag kesiswaan Hanik Yuliatin BP 3/Pengurus H. Muhadin Depag Kab Blitar Tata usaha Siti Munawaroh Wakabag Sar/Pras Crispa H Wali Kelas Yuliatin,Ama Perpustakaan Mukjati, Sp Wali Kelas Erlida S,Pdi Siti M. Wakabag Keuangan Siti Munawaroh Siswa Wali Kelas DianaS.U, Mpd Wali Kelas Aji P, S,pdi Wali Kelas Mukjati, Sp Wali Kelas Hanik, S.pdi Keterangan ____________ Garis komando Garis konsultasi 2.3. SEJARAH SEKOLAH MI Plus Ma’arif NU Desa Bacem Ponggok adalah sebuah lembaga pendidikan berbasis agama yang didirikan oleh para cendekiawan Nu. Sekolah ini mulanya adalah sebuah lembaga pendidikan agama yang hanya membahas masalah agama. Seiring dengan perkembangan waktu yang ada, maka setelah ada pertemua maka berdirilah sekolah ini. Melihat reputasinya yang semakin kompeten inilah, maka Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Fillial Ponggok Desa Bacem memberikan kepercayaan unutuk mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Plus Ma’arif NU Bacem. Berkat partisipasi tokoh –tokoh masyarakat khusunya jamiyah NU ranting Bacem dan sekitarnya, maka pada tahun 1969 Madrasah Ibtidaiyah Plus Ma’arif NU Bacem dapat didirikan. Adapun pengurusnya adalah sebagai berikut : Ketua Umum : K.H. Syaroni Ketua I : Imam Sarjono Ketua II : Yahya Rifa’i Sekretaris I : Mudawari Sekretaris II : Moh, Sjaiku. BA Bendahara Umum I : Mashuri Bendahara Umum II : Ibrahim Pembantu I : Thayib Pembantu II : Makhrus Pembantu III : Da’in Pada tahun 1964 karena situasi yang telah memungkinkan, maka Madrasah Diniyah membuka kesempatan bagi kaum putrid yang ingin belajar. Ternyata hal ini juga mendapat tanggapan yang baik dari masyarakat. Sedang jam belajar bagi Madrasah Diniyah putrid adalah siang seuasi Dhuhur. Pada tahun 1966 akibat dari peristiwa G 30 S/PKI, maka bagi kaum tua (putra dan putrid) yang menyadari bahwa dirinya perlu belajar agama Islam dibentuklah kembali tempat belajar di Gedung Madrasah atas bimbingan pemuka agama dan hal ini berlaku selama 1 tahun. Pada tahun 1968 Madrasah Ibtidaiyah Plus Ma’arif NU Bacem mengikuti pecan Madari sewilayah kawedana Srengat yang diselenggarakan oleh Kantor Pendidikan Agama Kabupaten Blitar. Pada acarag tersebut bapak kepala KANDEPAG (bapak Joesoef) menghimbau agar masing –masing Madrasah Diniyah merintis adanya Madrasah Ibtidayah (MI). Himbauan tersebut ternyata sangat sesuai dengan pemikiran para tokoh agama di Bacem, karena situasi saat itu ternyata masih terdapat banyak siswa Madrasah Diniyah yang tidak mengikuti pelajaran di sekolah umum (SD). Sehingga himbauan dari kepala mengambangkan pendidikan yang ada. Tahun 1969 berdasar pemikiran diatas,maka pada tanggal 20 Januari 1969 diadakan musyawarah para tokoh agama (terutama Pengurus NU Ranting Bacem) dan berhasil membentuk pengurus yang akan bertugas untuk menangani perkembangan Madrasah, khususnya mengenai beridirinya Madrasah Diniyah (MI) sebagaimana pengurus dalam buku daftar pengurus. Tanggal 3 Maret 1969 dibuka Madrasah Ibtidayah di Bacem dengan nama “MINU” yang peresmiannya langsung dilakukan oleh Bapak Kepala Kadenpag Kabupaten Blitar (Bapak Joesoef). Pada saat itu terdaftar murid kelas 1 dengan jumlah 45 siswa. Sedangkan pengelola pendidikan pada waktu itu adalah, kepala Madrasah dipegang oleh Bapak Yahya Riva’I dan dibantu oleh sekitar 10 orang pengasuh dan menempati gedung Madrasah Diniyah yang ada. Pada waktu itu MINU Bacem juga sempat membuka fililah di dukuh Pupus/Baran. Namun karena situasi yang tidak memungkinkan, maka fililal tersebut akhirnya terpaksa tidak bisa dipertahankan kelangsungan hidupnya. Tanggal 12 Juli 1973 nama MINU dirumah menjadi Madrsah Ibtidaiyah Ma’arif (MI Ma’arif). Perubahan tersebut karena adanya penyempurnaan Lembaga Pendidikan yang dikelola oleh NU. Pada 07 Januari 1976 Madrsah Ibtidaiyah Ma;arif Bacem ditetapkan sebagai anggota Lembaga Pendidikan Ma’arif dengan register Nomor : 146/N. Tanggal 20 Maret 1978 Madrsah Ibtidaiyah Ma;arif Bacem dinyatakan terdaftar pada Departemen Agama, sehingga mempunyai hak mengikuti ujian persamaan Madrsah Negeri. Kemudian pada 1 April 1982 dengan adanya kebijakan dari Departemen Agama dan atas persetujuan pengurus Kepala Madrasah digantikan oleh Guru Dinas dari DEPAG (Bapak Talkah) Tanggal 24 Desember 1989 Madrasah Ibtidaiyah Ma;arif Bacem dinyatakan terdaftar sebagai anggota Lembaga Pendidikan Ma’arif Wilayah Jawa Timur dengan nomor : B-20193494. Dari tahun 1973 sampai sekarang dengan adanya perkembangan pendidikan, maka pada periode ini pengelolaan Madrsah Ibtidaiyah Maarif Bacem ditangani oleh Pengurus, juga mendapat bantuan dari pemerintah baik berupa guru maupun rehabilitasi bangunan serta pemeliharaan gedung. Untuk memenuhi perkembangan pendidikan yang ada, maka dengan usaha yang tidak henti-hentinya dari pengelola, maka terwujudkan kondisi yang bisa kita lihat sekarang. Demikian sekilas riwayat singkat berdirinya Madrsah Ibtidaiyah Ma;arif Bacem. 2.4. Sistem Yang Sedang Berjalan Mi Plus Ma’arif NU Desa Bacem menerapkan sistem formal dan kegiatan belajar mengajar. Yaitu dengan masuk pagi dengan dimulai pelajaran pada pukul 07.00 dan istirahat pada pukul 09.30-09.45 dan pulang pada pukul 13.00. Hal ini karena sekolah ini menerapkan sistem sekolah pagi dan tidak ada sistem sekolah siang. Dengan sistem pembelajaran yang disiplin dengan basis IMTAQ, maka diharapkan output siswa yang dihasilkan bisa memenuhi standart pendidikan yang ada di Indonesia. Sedangkan untuk kompetensi pengajar, sekarang sudah bersertifikasi S1 sesuai dengan standart pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga jika pengajar berkopetensi dalam materi yang diajarkan, hal ini bisa menunjang kemampuan siswa dalam menyerap dan menimba ilmu. Perlunya keseimbangan antara pengajar dan siswa yang diajar sangat diperhatikan di sekolah ini. Hal ini terbukti dengan pengaturan kegiatan belajar yang menganut 1 guru tidak lebih dari 20 siswa supaya konsentrasi siswa dalam KBM bisa semaksimal mungkin. BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Latar Belakang Sistem Informasi Perpustakaan Dimasa serba modern sekarang ini, kecepatan dan ketepatan dalam sebuah sistem sangat dibutuhkan. Tidak terkecuali dengan sebuah perpustakaan. Banyaknya buku, catalog, data anggota, dan aktifitas peminjaman buku sangat membutuhkan sebuah sistem yang terkomputerisasi dengan baik. Hal ini tentunya sagat menunjang dalam rekaptulasi dalam sebuah perpustakaan. Karena jika kita masih menggunakan cara pencatatan manual, sering terjadi kesemrawutan. Hal ini karena, selain cara tersebut masih tradisional juga disebabkan kehilangan catatan dan tidak ada sistem yang mem-back-up data –data tersebut. Sebuah sistem informasi dibutuhkan sebagai penunjang keinginan pengguna dalam mengakses sebuah informasi secepat mungkin. Kecepatan informasi dibutuhkan, karena dimasa modern sekarang ini segala sesuai sangat terbatas oleh waktu. Sebagai contoh, jika kita mencari sebuah buku panduan komputer yang ada diperpustakaan hanya mengandalkan judul kita akan lama menemukannya. Oleh seba itu, dibutuhkan catalog sebagai sandi dari judul buku tersebut. Hal ini hamper sama dengan sistem informasi pada perpustkaan, kita hanya memasukkan judul buku, maka akan ditampilkan keterangan mulai pengarang dan tahun terbit. Dalam sebuah sistem informasi, memuat berbagai macam data pada perpustakaan. Yang kita bahas dalam aplikasi ini adalah “Sistem Informasi Perpustakaan Dengan VB 6”. Pemilin judul ini dikarenakan perpustakaan yang ada di Madrasah Ibtidayah Plus Ma’arif NU Bacem masih menggunakan sistem manual. Yaitu dengan cara dicatat pada buku. Hal ini membuat sering terjadinya kehilangan data yang diakibatkan robeknya buku, tulisan yang kurang jelas. Sehingga banyak terjadi kesemrawutan data buku, data anggota dan data transaksi pada perpustakaan tersebut. 3.2. Sejarah Visual Basic Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM), Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat, Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda. Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi luar tambahan. Dalam pemrograman untuk bisnis, Visual Basic memiliki pangsa pasar yang sangat luas. Dalam sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2005, 62% pengembang perangkat lunak dilaporkan menggunakan berbagai bentuk Visual Basic, yang diikuti oleh C++, JavaScript, C#, dan Java.[1] Bill Gates , pendiri Microsoft, memulai bisnis softwarenya dengan mengembangkan interpreter bahasa Basic untuk Altair 8800, untuk kemudian ia ubah agar dapat berjalan di atas IBM PC dengan sistem operasi DOS, Perkembangan berikutnya ialah diluncurkannya BASICA (basic-advanced) untuk DOS, Setelah BASICA, Microsoft meluncurkan Microsoft QuickBasic dan Microsoft Basic (dikenal juga sebagai Basic Compiler), Visual basic adalah pengembangan dari bahasa komputer BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code), Bahasa BASIC diciptakan oleh Professor John Kemeny dan Thomas Eugene Kurtz dari Perguruan Tinggi Dartmouth pada pertengahan tahun 1960-an (Deitel&Deitel, 1999). Bahasa program tersebut tersusun mirip dengan bahasa Inggris yang biasa digunakan oleh para programer untuk menulis program-program komputer sederhana yang berfungsi sebagai pembelajaran bagi konsep dasar pemrograman komputer, Sejak saat itu, banyak versi BASIC yang dikembangkan untuk digunakan pada berbagai platform komputer. Beberapa versinya seperti Microsoft QBASIC, QUICKBASIC, GWBASIC ,IBM BASICA, Apple BASIC dan lain-lain, Apple BASIC dikembangkan oleh Steve Wozniak, mantan karyawan Hewlett Packard dan teman dekat Steve Jobs (pendiri Apple Inc.). Steve Jobs pernah bekerja dengan Wozniak sebelumnya (mereka membuat game arcade “Breakout” untuk Atari),Mereka mengumpulkan uang dan bersama-sama merakit PC, dan pada tanggal 1 April 1976 mereka secara resmi mendirikan perusahaan komputer Apple. Popularitas dan pemakaian BASIC yang luas dengan berbagai jenis komputer turut berperan dalam mengembangkan dan memperbaiki bahasa itu sendiri, dan akhirnya berujung pada lahirnya Visual Basic yang berbasis GUI (Graphic User Interface) bersamaan dengan Microsoft Windows, Pemrograman Visual Basic begitu mudah bagi pemula dan programer musiman karena ia menghemat waktu pemrograman dengan tersedianya komponen-komponen siap pakai. Hingga akhirnya Visual Basic juga telah berkembang menjadi beberapa versi, sampai yang terbaru, yaitu Visual Basic 2008, Bagaimanapun juga Visual Basic 6.0 tetap menjadi versi yang paling populer karena mudah dalam membuat programnya dan ia tidak menghabiskan banyak Memori (komputer). Sejarah BASIC di tangan Microsoft sebagai bahasa yang diinterpretasi (BASICA) dan juga bahasa yang dikompilasi (BASCOM) membuat Visual Basic diimplementasikan sebagai gabungan keduanya. Programmer yang menggunakan Visual Basic bisa memilih kode bahasa pemrograman yang dikompilasi atau kode yang harus bahasa pemrograman yang diinterpretasikan sebagai hasil Porting dari kode VB. Sayangnya, meskipun sudah terkompilasi jadi bahasa mesin, DLL bernama MSVBVMxx.DLL tetap dibutuhkan, Namun karakteristik bahasa terkompilasi tetap muncul (ia lebih cepat dari kalau kita pakai mode terinterpretasi).\ 3.2.1. Perkembangan Visual Basic VB 1.0 dikenalkan pada tahun 1991, pendekatan yg dilakukan untuk menghubungkan bahasa pemrograman dengan GUI berasal dari prototype yg dikembang oleh “Alan Cooper” yg di sebut TRIPOD, Kemudian Microsoft mengontrak copper dan asosiasinya utk mengembangkan tripod agar dapat digunakan di windows 3.0 dibawah nama kode Ruby. Perjalanan dari Visual Basic (VB1 to VB 10):] 1. Proyek “Thunder” dirintis 2. Visual Basic 1.0 (May 1991) di rilis untuk windows pada COMDEX/Windows Wordltrade yg dipertunjukan di Atlanta , Georgia 3. Visual Basic 1.0 untuk DOS dirilis pada bulan September 1992. Bahasa ini tidak kompatibel dengan Visual Basic For Windows. VB 1.0 for DOS ini pada kenyataaanya merupakan versi kelanjutan dari compiler BASIC, QuickBasic dan BASIC Professional Development System. 4. Visual Basic 2.0 dirilis pada November 1992, Cakupan pemrogramannya cukup mudah untuk digunakan dan kecepatannya juga telah di modifikasi. Khususnya pada Form yg menjadikan object dapat dibuat secara seketika, serta konsejp dasar dari Class modul yg berikutnya di implementasikan pada VB 4 5. Visual Basic 3.0 , dirilis pada musim panas 1993 dan dibagi menjadi versi standard dan professional. VB 3 memasukan Versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yg dapat membaca serta menulis database Jet (atau access) 1.x 6. Visual Basic 4.0 (Agustus 1995) merupakan versi pertama yg dapat membuat windows program 32 bit sebaik versi 16 bit nya. VB 4 juga memperkenalkan kemampuan untuk menulis non-GUI class pada Visual Basic 7. Visual Basic 5.0 (February 1997), Microsoft merilis secara eksklusif Visual basic untuk versi windows 32 bit . Programmer yg menulis programnya pada versi 16 bit dapat dengan mudah melakukan import porgramnya dari VB4 ke VB5. dan juga sebaliknya, program VB5 dapat diimport menjadi VB4. VB 5 memperkenalakan kemampuan untuk membuat User Control. 8. Visual Basic 6.0 (pertengahan 1998) memperbaiki beberapa cakupan, temasuk kemapuannya untuk membuat Aplikasi Web-based . Visual Basic 6 di jadwalkan akan memasuki Microsoft “fasa non Supported” dimulai pada maret 2008 3.2.2. Perbedaan VB 6 dan VB Net Visual Basic versi 6.0 adalah versi terakhir VB sebelum berubah menjadi .Net. Banyak yang bertanya tentang perbedaan antara keduanya. Berikut sekilas perbedaan dan persamaan VB 6.0 dan VB .Net. · VB6 baru sebagian mendukung OOP. VB .Net telah mendukung penuh OOP. · Hasil kompilasi source code pada VB6 adalah file .exe biner. VB .Net berupa intermediate language. · Hasil kompilasi pada VB6 dapat langsung dieksekusi. VB .Net membutuhkan interpreter (.Net framework) · VB6 bermasalah pada deployment-nya (DLL hell). VB .Net tidak. · Program dari VB6 tidak dapat langsung berinteraksi dengan program dari bahasa lain. VB .Net dapat selama bahasa lain mendukung .Net. · Perintah-perintah dasar pada VB6 dan VB .Net sebagian besar masih sama. · Pengetikan kode pada VB.Net lebih cepat dari pada di VB6 · Untuk akses ke database VB.Net menggunakan ADO.Net, VB6 menggunakan ADO. ADO.Net bukan pengembangan dari ADO. Jadi ADO.Net menggunakan teknologi yang berbeda dengan ADO · Selain itu pada VB.Net 2008, dapat menggunakan LINQ (Language Integrated Query) untuk mempermudah mengaksesan data 3.3. Microsoft Acces 3.3.1 Sejarah Microsoft Acces dan berbagai fiturnya Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna. Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek. Microsoft merilis Microsoft Access 1.0 pada bulan November 1992 dan dilanjutkan dengan merilis versi 2.0 pada tahun 1993. Microsoft menentukan spesifikasi minimum untuk menjalankan Microsoft Access 2.0 adalah sebuah komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 3.0, RAM berkapasitas 4 megabyte (6 megabyte lebih disarankan) dan ruangan kosong hard disk yang dibutuhkan 8megabyte (14 megabyte lebih disarankan). Versi 2.0 dari Microsoft Access ini datang dengan tujuh buah disket floppy 3½ inci berukuran 1.44 megabyte. Perangkat lunak tersebut bekerja dengan sangat baik pada sebuah basis data dengan banyak record tapi terdapat beberapa kasus di mana data mengalami kerusakan. Sebagai contoh, pada ukuran basis data melebihi 700 megabyte sering mengalami masalah seperti ini (pada saat itu, memang hard disk yang beredar masih berada di bawah 700 megabyte). Buku manual yang dibawanya memperingatkan bahwa beberapa kasus tersebut disebabkan oleh driver perangkat yang kuno atau konfigurasi yang tidak benar. Nama kode (codename) yang digunakan oleh Access pertama kali adalah Cirrus yang dikembangkan sebelum Microsoft mengembangkan Microsoft Visual Basic, sementara mesin pembuat form antarmuka yang digunakannya dinamakan dengan Ruby. Bill Gates melihat purwarupa (prototype) tersebut dan memutuskan bahwa komponen bahasa pemrograman BASIC harus dikembangkan secara bersama-sama sebagai sebuah aplikasi terpisah tapi dapat diperluas. Proyek ini dinamakan dengan Thunder. Hal tersebut berakhir saat Microsoft merilis Visual Basic for Applications (VBA). 3.3.2. Versi Tahun Nama versi Nomor versi Sistem operasi yang didukung Versi Microsoft Office 1992 Microsoft Access 1.1 1 Microsoft Windows T/A 1993 Microsoft Access 2.0 2 Microsoft Windows Microsoft Office 4.3 Professional 1995 Microsoft Access for Windows 95 7 Microsoft Windows 95 dan Windows NT 3.51 Microsoft Office 95 Professional 1997 Microsoft Access 97 8 Microsoft Windows 95/98 dan Windows NT 3.51/NT 4.0 Microsoft Office 97 Professional 1999 Microsoft Access 2000 9 Microsoft Windows 98/Me, Windows NT 4.0/2000 Microsoft Office 2000 Premium dan Office 2000 Professional 2001 Microsoft Access 2002 10 Microsoft Windows 98/Me, Windows NT/2000/XP Microsoft Office XP Professional 2003 Microsoft Access 2003 11 Microsoft Windows 2000 (Service Pack 3 ke atas)/XP (Service Pack 1 ke atas)/Server 2003 Microsoft Office System 2003 2007 Microsoft Access 2007 12 Microsoft Windows XP (Service Pack 2)/Server 2003/Vista/Server 2008 (Beta 2 ke atas) Microsoft Office System 2007 2010 Microsoft Access 2010 14 Microsoft Windows XP (Service Pack 3)/Windows Server 2003 R2(32-bit)/Windows Server 2008(32-bit atau 64-bit)/Windows Vista (Service Pack 1)/Windows 7 Microsoft Office Professional 2010 3.3.3. Penggunaan Microsoft Access digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, di dalam sebuah organisasi yang kecil bahkan mungkin juga digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan juga para programmer untuk membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan manipulasi data. Access juga dapat digunakan sebagai sebuah basis data untuk aplikasi Web dasar yang disimpan di dalam server yang menjalankan Microsoft Internet Information Services (IIS) dan menggunakan Microsoft Active Server Pages (ASP). Meskipun demikian, penggunaan Access kurang disarankan, mengingat telah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi. Beberapa pengembang aplikasi profesional menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan aplikasi secara cepat (digunakan sebagai Rapid Application Development/RAD tool), khususnya untuk pembuatan purwarupa untuk sebuah program yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk para salesman. Microsoft Access kurang begitu bagus jika diakses melalui jaringan sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat klien/server. Meskipun demikian, tampilan muka Access (form, report, query, dan kode Visual Basic) yang dimilikinya dapat digunakan untuk menangani basis data yang sebenarnya diproses oleh sistem manajemen basis data lainnya, seperti halnya Microsoft Jet Database Engine (yang secara default digunakan oleh Microsoft Access), Microsoft SQL Server, Oracle Database, dan beberapa produk lainnya yang mendukung ODBC. 3.3.4 Fitur Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrogramanStructured Query Language (SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-statemen SQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro dan VBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Para pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logikadan juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek. Microsoft SQL Server Desktop Engine (MSDE) 2000, yang merupakan sebuah versi mini dari Microsoft SQL Server 2000, dimasukkan ke dalam Office XP Developer Edition dan dapat digunakan oleh Microsoft Access sebagai alternatif dari Microsoft Jet Database Engine. Tidak seperti sebuah sistem manajemen basis data relasional yang komplit, Microsoft JET Database Engine tidak memiliki fitur triggerdan stored procedure. Dimulai dari Microsoft Access 2000 yang menggunakan Microsoft Jet Database Engine versi 4.0, ada sebuahsintaksis yang mengizinkan pembuatan kueri dengan beberapa parameter, dengan sebuah cara seperi halnya sebuah stored procedure, meskipun prosesur tersebut dibatasi hanya untuk sebuah pernyataan tiap prosedurnya. Access juga mengizinkan form untuk mengandung kode yang dapat dieksekusi ketika terjadi sebuah perubahan terhadap tabel basis data, seperti halnya trigger, selama modifikasi dilakukan hanya dengan menggunakan form tersebut, dan merupakan sesuatu hal yang umum untuk menggunakan kueri yang akan diteruskan (pass-through dan teknik lainnya di dalam Access untuk menjalankan stored procedure di dalam RDBMS yang mendukungnya. Dalam berkas Access Database Project (ADP) yang didukung oleh Microsoft Access 2000 dan yang selanjutnya, fitur-fitur yang berkaitan dengan basis data berbeda dari versi format/struktur data yang digunakan Access (*.MDB), karena jenis berkas ini dapat membuat koneksi ke sebuah basis data MSDE atau Microsoft SQL Server, ketimbang menggunakan Microsoft JET Database Engine. Sehingga, dengan menggunakan ADP, adalah mungkin untuk membuat hampur semua objek di dalam server yang menjalankan mesin basis data tersebut (tabel basis data dengan constraints dan trigger, view, stored procedure, dan UDF). Meskipun demikian, yang disimpan di dalam berkas ADP hanyalah form, report, macro, dan modul, sementara untuk tabel dan objek lainnya disimpan di dalamserver basis data yang membelakangi program tersebut. Access mengizinkan pengembangan yang relatif cepat karena semua tabel basis data, kueri, form, dan report disimpan di dalam berkas basis data miliknya (*.MDB). Untuk membuat Query, Access menggunakan Query Design Grid, sebuah program berbasis grafisyang mengizinkan para penggunanya untuk membuat query tanpa harus mengetahui bahasa pemrograman SQL. DI dalam Query Design Grid, para pengguna dapat memperlihatkan tabel basis data sumber dari query, dan memilih field-field mana yang hendak dikembalikan oleh proses dengan mengklik dan menyeretnya ke dalam grid. Join juga dapat dibuat dengan cara mengklik dan menyeret field-field dalam tabel ke dalam field dalam tabel lainnya. Access juga mengizinkan pengguna untuk melihat dan memanipulasi kode SQL jika memang diperlukan. Bahasa pemrograman yang tersedia di dalam Access adalah Microsoft Visual Basic for Applications (VBA), seperti halnya dalam beberapa aplikasi Microsoft Office. Dua buah pustaka komponen Component Object Model (COM) untuk mengakses basis data pun disediakan, yakni Data Access Object (DAO), yang hanya terdapat di dalam Access 97, dan ActiveX Data Objects (ADO) yang tersedia dalam versi-versi Access terbaru. BAB V Penutup Pada bab terakhir ini, saya akan memberikan beberapa kesimpulan dan saran yang akan disebutkan sebagai berikut : 5.1 Kesimpulan 1. Dibutuhkan sistem informasi yang akurat pada sebuah perpustakaan sekolah, sehingga memudahkan pencatatan dan pencarian data. 2. Dengan menggunakan sistem informasi perpustakaan yang dirancang dengan menggunakan Visual Basic, dapat mengefisiensikan waktu sehingga menghasilkan kinerja informasi yang maksimal. 3. Bahasa Pemrograman Visual Basic merupakan sarana untuk mengolah database yang terstruktur dan berkemampuan tinggi dalam mengolah file yang berkapasitas besar. 4. Form yang ditampilkan program ini sangat jelas, karena dalam perancanganya saya menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic. 5.2 Saran Dari kesimpulan diatas, saya memberikan beberapa saran yang diharapkan dapat berguna untuk referensi bahan pembelajaran di lingkungan kampus atau di lingkungan pembelajaran lainnya. Diantaranya adalah : 1. Dengan adanya sistem informasi perpustakaan yang terintegrasi, diharapkan mampu meminimalisir kesalahan data yang ada. 2. Diharapkan penguasaan teknologi yang baik bagi petugas yang ada disebuah perpustakaan. 3. Penyediaan perangkat komputer yang cukup dan memadai akan menambah maksimal para mahasiswa untuk belajar di kampus. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan baik dari segi isi dan penulisan pada laporan ini, maka kritik dan saran tetap kami harapkan guna menjadikan laporan ini menjadi jauh lebih baik.


BAB I
PENDAHULUAN

           
1.1    Latar Belakang Permasalahan
    Di masa informasi sekarang ini, kebutuhan akan keakuntabilitas sebuah data sangat dibutuhkan. Hal ini berguna untuk kemudahan dalam tercapainya sebuah kebutuhan akan informasi. Begitupun juga dengan kebutuhan akan buku yang ada disebuah perpustakaan. Namun masih banyak data yang ada di perpustakaan dibuat secara manual, sehingga sering terjadi kesemrawutan data.
   Madrasah Ibtidaiyah (MI) Plus Ma’arif NU Desa Bacem , sebagai salah satu madrasah yang berusaha dalam mendukung berbagai macam program pendidikan yang ada di pendidikan  dasar. Dalam ini dengan terwujudnya sebuah perpustakan yang didalamnya terdapat berbagai macam buku panduan dalam berbagai macam bidang pelajaran. Pengelolaan yang ada masih menggunakan pendataan manual dan belum terkomputerisasi dengan baik.
    Sebuah sistem perpustakaan dibutuhkan sebagai pendukung dari keakuratan sebuah data, sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam pencatatan buku, peminjaman buku dan berapa lama buku tersebut telah dipinjamkan. Karena berbagai hal tersebut, maka banyak terjadinya kehilangan pada buku yang menjadi koleksi  perpustakaan.
     Hasil dari  berbagai macam evaluasi tersebut dijadikan dasar dan rujukan tentang bagaimana sebuah sistem database perpustakaan tersebut akan dibuat. Dengan dibuatnya sistem tersebut, maka diharap bisa meminimalisir dalam terjadinya kerancuan data. Keseimbangan antara sistem dan pengguna juga harus diperhatikan,supaya terjadi keseimbangan dalam sistem infomasi yang lebih baik. Maka bisa diharapkan sistem komputer bisa mengurangi kesalahan data pada sebuah perpustakaan dan  memudahkan kinerja para petugas perpustakaan tersebut.

1.2    Rumusan Masalah
  1. Membuat sistem informasi tentang data anggota perpustakaan yang adalah siswa, guru dan karyawan.
  2. Membuat sistem informsi tentang data buku dan data kategori buku yang ada diperpustakaan.
  3. Membuat sebuah sistem informasi yang mencatat transaksi peminjaman dan pengembalian buku.
  4. Membuat sistem informasi yang mencatat tentang laporan transaksi peminjaman dan pengembalian buku.

1.3    Ruang Lingkup
Untuk menunjang pembuatan Sistem Informasi Database Perpustakaan, maka perlu dibuat batasan–batasan permasalahan agar pembahasan lebih terarah dan tujuannya dapat tercapai dengan maksimal. Batasan–batasan tersebut antara lain :
1.   Membuat sistem informasi berbasis desktop, dan digunakan untuk kepentingan internal sekolah.
2.   Menggunakan database Microsoft Acces.
3.   Sistem yang dibuat dalam sistem informasi kesiswaan meliputi : 
a.       Database siswa.
b.      Database buku dan kategori buku.
c.       Transaksi peminjaman buku
d.      Transaksi pengembalian buku.
4.   Laporan-laporan sebagai berikut :
a.       Cara pembuatan laporan.
b.      Laporan peminjaman buku
c.       Laporan pengembalian  buku.




1.4    Tujuan Dan Manfaat Penulisan
1.4.1. Tujuan penulisan
1.      Tugas Akhir ini dibuat sebagai persyaratan akhir bagi kelulusan pendidikan tingkat strata 1 jurusan Sistem Informasi di lingkungan Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta
2.      Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini selain untuk kepentingan penulis sendiri, Tugas Akhir ini dibuat juga untuk memenuhi kebutuhan bagi tempat penulis melakukan penelitian guna mendapatkan data selama penyusunan Tugas Akhir ini.
3.      Sebagai referensi dan informasi bagi mahasiswa – mahasiswi Teknik Informatika yang ingin membuat atau mengembangkan sebuah sistem informasi tentang database perpustakaan di MI.
1.4.2.      Manfaat Penulisan
1.      Pihak Madrasah Ibtidaiyah (Tempat penulis melakukan penelitian) dan juga pihak orang tua siswa dapat mengetahui tentang koleksi buku yang ada di perpustakaan.
2.      Meningkatkan dan memantapkan serta memperluas ketrampilan dalam bidang pemrograman khususnya pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0
3.      Memberikan pengalaman dan implementasi dari teori dan praktek yang telah didapat semasa kuliah, serta melihat penerapannya dalam dunia nyata.

1.5. Sistematika Penulisan
Penulisan Tugas Akhir ini disusun atas beberapa bab yang masing – masing bab, penjelasannya adalah sebagai berikut :
BAB I      PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, ruang lingkup,  tujuan dan manfaat, dan sistematika penulisan.
BAB II    TINJAUAN UMUM
                 Yang berisi tentang gambaran umum sekolah, struktur organisasi, sejarah sekolah dan sistem yang sedang berjalan.

BAB III   LANDASAN TEORI
            Landasan teori yang berisi tentang teori – teori dasar yang meliputi sistem informasi mengenai database, penjelasan singkat mengenai pada sebuah perpustakaan juga bahasa pemrograman yang digunakan dalam pembuatan program yaitu bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 dan database Microsoft Acces.
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
Bab ini menjelaskan tentang perancangan program yang akan dibangun dengan menggunakan pembuatan database yang biasa disebut dengan ERD (Entity Relationship Diagram), pembuatan DFD sebagai alur sistem, dan juga pembuatan user interface atau tampilan dari masing-masing form aplikasi yang dibuat. 
BAB V     IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini menjelaskan tentang dan cara menjalankan aplikasi serta uji coba dari program yang telah dibuat tersebut.
BAB VI   PENUTUP
Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan yang dapat diambil dari keuntungan sistem serta berisi tentang saran-saran yang diambil dari kelemahan sistem untuk perbaikan guna pengembangan lebih lanjut dari sistem yang telah dibuat.
DAFTAR PUSTAKA
Pada bagian ini akan dipaparkan tentang sumber-sumber literatur, tutorial, buku maupun situs-situs yang digunakan dalam pembuatan Laporan Tugas Akhir ini.



BAB II
TINJAUAN UMUM


2.1. Gambaran Umum Sekolah
Seperti diketahui bahwa lembaga pendidikan banyak dilahirkan oleh lembaga agama dan pelajaran tertua adalah pelajaran agama dalam arti luas. Secara unum di pulau Jawa sudah ada pendidikan agama sejak zaman kolonial Belanda yang diajarkan oleh para wali. Oleh sebab itu tidak heran jika penduduk Indonesia kebanyakan beragama Islam. Perkembangan selanjutnya pendidikan keagamaan dikelola oleh lembaga agama yang ada.
Sebagaimana di desa Bacem Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, lembaga pendidikan dikelola oleh jamiyah NU yang sedang berdirinya bertujuan untuk menegakkan syariat Islam dengan berhaluan ahli sunnah wal jamaah. Pendidikan yang dikelola mula - mula berupa madrasah diniyah yang berdiri sekitar tahun 1950. Ilmu yang diajarkan masih melulu ilmu agama dan berbahasa Arab pasif.
Lembaga pendidikan keagamaan, sangat berkontribusi sebagai pendiri dari lembaga pendidikan formal. Hal ini karena semakin lama pemahaman masyarakat antara pentingnya pendidikan agama dengan pendidikan umum dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh sebab itulah, sekarang ini lembaga pendidikan swasta dan berbasis agama bersaing dengan sekolah negeri dalam menyelenggarakan pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam perkembangannya, kebutuhan masyarakat akan pendidikan agama maupun pendidikan umum semakin komplek. Untuk memenuhi kebutuhan itu pada tahun 1969 didirikan madrasah diniyah (MI) yang sistem pendidikannya sudah dikelola sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam arti sudah menggunakan jenjang pendidikan, kurikulum dan dimasukkan pelajaran ilmu pengetahuan umum disamping tetap melaksanakan pengajaran agama Islam. Berkat kegigihan tenaga pengajarmaupun tukoh – tokoh masyarakat yang merasa punya tanggung jawab akan berlangsungnya pendidikan itu, maka sampai sekarang masih tetap eksis. Bahkan pada tahun 1969 juga mampu mendirikan taman kanak-kanak Alhidayah.
2.1.1. Profil Sekolah
Keterangan profil sekolah
1.   Nama sekolah                    : Mi Plus Ma’arif Nu  Bacem
2.   Nomor static sekolah        : 111235050078
3.   Nomor static bangunan     : 013161790510801
4.   Kode wilayah                    : 06
5.   Alamat                              :
Jalan                                  : Brawijaya
Desa/kelurahan                  : Bacem
Kecamatan                        : Ponggok
Kota/Kab                          : Blitar
Propinsi                             : Jatim
Kode Pos                          : 66182
No telp                              :
No Faxcimile                     :
6.      Status sekolah                  : diakui
7.      Kelompok sekolah           : inti
8.      Waktu KMB                    : pagi
9.      Tahun berdiri                   : 03 maret 1969
10.  Pendiri                             :
11.  Surat keputusan               :
12.  Lembaga penyelenggara : yayasan
13.  Bangunan                        : milik sendiri
14.  Daerah                             : pedesaan
15.  Jarak ke pusat Kec           : 05 km’
16.  Jarak ke pusat Kota         : 20 km
17.  Terletak pada lintasan      : desa

2.1.2.  Visi dan Misi
Visi
Memberikan bekal kemampuan dasar tentang  pengetahuan agama Islam, menekankan kemampuan dan ketrampilan baca dan tulis Al-Qur’an dan pengalaman akhlalul karimah dalam kehidupan sehari –hari sebagai seorang muslim. Memberikan bekal keimanan dan ketrampilan dasar sesuai dengan lingkungan dan perkembangan siswa dan perkembangan ilmu oengetahuan dan ternologi serta kesenian serta penggunaan bahasa, baca tulis dan hitung yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Memposisikan  madrasah sebagai pusat pendidikan yang mampu mempersiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi disertai dengan iman dan taqwa.
Misi
Menyelenggarakan pendidikan yang memprioritaskan mutu baik secara keilmuan, maupun secara moral dan sosial sehingga mampu menyiapkan dan mengembangkan sumberdaya manusia yang mempunyai kualitas dibidang ilmu pengetaahuan dan teknologi serta iman dan taqwa.
Hal ini untuk menunjang siswa sebagai bekal dalam menuju perkembangan psikologis. Baik dalam mereka menuntut ilmu kejenjang yang lebih tinggi, maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Hal ini diperlukan supaya terjadi keseimbangan, baik dalam ahklak dan dalam penguasaan ilmu pengetahuan yang mereka miliki.






2.2. STRUKTUR SEKOLAH
  Ini adalah gambaran mengenai struktur sekolah di MI Plus Ma’arif Nu Desa bacem Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.
STRUKTUR ORGANISASI MI PLUS MA’ARIF NU DESA BACEM
Dinas Pendidikan Kab. Blitar
Wakabag Kurikulum
Aji Purnomo, Spdi
Lembaga Pendiri
/Yayasan Ma’arif
Komite
Ahm. Sahudi
Kepala Madrasah
H. Asnal KH, Mpdi
Wakabag kesiswaan
Hanik Yuliatin
BP 3/Pengurus
H. Muhadin
Depag Kab Blitar
Tata usaha
Siti Munawaroh
Wakabag Sar/Pras
Crispa H
Wali Kelas
Yuliatin,Ama
Perpustakaan
Mukjati, Sp
Wali Kelas
Erlida S,Pdi
Siti M.
Wakabag Keuangan
Siti Munawaroh
Siswa
Wali Kelas
DianaS.U, Mpd
Wali Kelas
Aji P, S,pdi
Wali Kelas
Mukjati, Sp
Wali Kelas
Hanik, S.pdi
 





















Keterangan
____________ Garis komando
                         Garis konsultasi
2.3. SEJARAH SEKOLAH
MI Plus Ma’arif NU Desa Bacem Ponggok adalah sebuah lembaga pendidikan berbasis agama yang didirikan oleh para cendekiawan Nu. Sekolah ini mulanya adalah sebuah lembaga pendidikan agama yang hanya membahas masalah agama. Seiring dengan perkembangan waktu yang ada, maka setelah ada pertemua maka berdirilah sekolah ini.
Melihat reputasinya yang semakin kompeten inilah, maka Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Fillial Ponggok Desa Bacem memberikan kepercayaan unutuk mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Plus Ma’arif NU  Bacem. Berkat partisipasi tokoh –tokoh masyarakat khusunya jamiyah NU ranting Bacem dan sekitarnya, maka pada tahun 1969 Madrasah Ibtidaiyah Plus Ma’arif NU  Bacem dapat didirikan. Adapun pengurusnya adalah sebagai berikut :
Ketua Umum           : K.H. Syaroni
Ketua I                     : Imam Sarjono
Ketua II                   : Yahya Rifa’i
Sekretaris I               : Mudawari
Sekretaris II             : Moh, Sjaiku. BA
Bendahara Umum I : Mashuri
Bendahara Umum II            : Ibrahim
Pembantu I               : Thayib
Pembantu II             : Makhrus
Pembantu III                        : Da’in
Pada tahun 1964 karena situasi yang telah memungkinkan, maka Madrasah Diniyah membuka kesempatan bagi kaum putrid yang ingin  belajar. Ternyata hal ini juga mendapat tanggapan yang baik dari masyarakat. Sedang jam belajar bagi Madrasah Diniyah putrid adalah siang seuasi Dhuhur. Pada tahun 1966 akibat dari peristiwa G 30 S/PKI, maka bagi kaum tua (putra dan putrid) yang menyadari bahwa dirinya  perlu belajar agama Islam dibentuklah kembali tempat belajar di Gedung Madrasah atas bimbingan pemuka agama dan hal ini berlaku selama 1 tahun.
Pada tahun 1968 Madrasah Ibtidaiyah Plus Ma’arif NU  Bacem mengikuti pecan Madari sewilayah kawedana Srengat yang diselenggarakan oleh Kantor Pendidikan Agama Kabupaten Blitar. Pada acarag tersebut bapak kepala KANDEPAG (bapak Joesoef) menghimbau agar masing –masing Madrasah Diniyah merintis adanya Madrasah Ibtidayah (MI). Himbauan tersebut ternyata sangat sesuai dengan pemikiran para tokoh agama di Bacem, karena situasi saat itu ternyata masih terdapat banyak siswa Madrasah Diniyah yang tidak mengikuti pelajaran di sekolah umum (SD). Sehingga himbauan dari kepala mengambangkan pendidikan yang ada.
Tahun 1969 berdasar pemikiran diatas,maka pada tanggal 20 Januari 1969 diadakan musyawarah para tokoh agama (terutama Pengurus NU Ranting Bacem) dan berhasil membentuk pengurus yang akan bertugas untuk menangani perkembangan Madrasah, khususnya mengenai beridirinya Madrasah Diniyah (MI) sebagaimana pengurus  dalam buku daftar pengurus.
Tanggal 3 Maret 1969 dibuka Madrasah Ibtidayah di Bacem dengan nama “MINU” yang peresmiannya langsung dilakukan oleh Bapak Kepala Kadenpag Kabupaten Blitar (Bapak Joesoef). Pada saat itu terdaftar murid kelas 1 dengan jumlah 45 siswa. Sedangkan pengelola pendidikan pada waktu itu adalah, kepala Madrasah dipegang oleh Bapak Yahya Riva’I dan dibantu oleh sekitar 10 orang  pengasuh dan menempati gedung Madrasah Diniyah yang ada. Pada waktu itu MINU  Bacem juga sempat membuka fililah di dukuh Pupus/Baran. Namun karena situasi yang tidak memungkinkan, maka fililal tersebut akhirnya terpaksa tidak bisa dipertahankan kelangsungan hidupnya.
Tanggal 12 Juli 1973 nama MINU dirumah menjadi Madrsah Ibtidaiyah Ma’arif (MI Ma’arif). Perubahan tersebut karena adanya penyempurnaan Lembaga Pendidikan yang dikelola oleh NU. Pada 07 Januari 1976 Madrsah Ibtidaiyah Ma;arif Bacem ditetapkan sebagai anggota Lembaga Pendidikan Ma’arif dengan register Nomor : 146/N. Tanggal 20 Maret 1978 Madrsah Ibtidaiyah Ma;arif Bacem dinyatakan terdaftar pada Departemen Agama, sehingga mempunyai hak mengikuti ujian persamaan Madrsah Negeri. Kemudian pada 1 April 1982 dengan adanya kebijakan dari Departemen Agama dan atas persetujuan pengurus Kepala Madrasah digantikan oleh Guru Dinas dari DEPAG (Bapak Talkah)
Tanggal 24 Desember 1989 Madrasah Ibtidaiyah Ma;arif Bacem dinyatakan terdaftar sebagai anggota Lembaga Pendidikan Ma’arif Wilayah Jawa Timur dengan nomor : B-20193494. Dari tahun 1973 sampai sekarang dengan adanya perkembangan  pendidikan, maka pada periode ini pengelolaan Madrsah Ibtidaiyah Maarif Bacem  ditangani oleh Pengurus, juga mendapat bantuan dari pemerintah baik  berupa guru maupun rehabilitasi bangunan  serta  pemeliharaan gedung. Untuk memenuhi perkembangan  pendidikan yang ada, maka dengan usaha yang tidak henti-hentinya dari pengelola, maka terwujudkan kondisi yang bisa kita lihat sekarang. Demikian sekilas riwayat singkat berdirinya Madrsah Ibtidaiyah Ma;arif Bacem.

2.4. Sistem Yang Sedang Berjalan
Mi Plus Ma’arif NU Desa Bacem menerapkan sistem formal dan kegiatan belajar mengajar. Yaitu dengan masuk pagi dengan dimulai pelajaran pada pukul 07.00 dan istirahat pada pukul 09.30-09.45 dan pulang pada pukul 13.00. Hal ini karena sekolah ini menerapkan sistem sekolah pagi dan tidak ada sistem sekolah siang. Dengan sistem pembelajaran yang disiplin dengan basis IMTAQ, maka diharapkan output siswa yang dihasilkan bisa memenuhi standart pendidikan yang ada di Indonesia.
Sedangkan untuk kompetensi pengajar, sekarang sudah bersertifikasi S1 sesuai dengan standart pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga jika pengajar berkopetensi dalam materi yang diajarkan, hal ini bisa menunjang kemampuan siswa dalam menyerap dan menimba ilmu. Perlunya keseimbangan antara pengajar dan siswa yang diajar sangat diperhatikan di sekolah ini. Hal ini terbukti dengan pengaturan kegiatan belajar yang menganut 1 guru tidak lebih dari 20 siswa supaya konsentrasi siswa dalam KBM bisa semaksimal mungkin.


BAB III
LANDASAN TEORI


3.1. Latar Belakang Sistem Informasi Perpustakaan
Dimasa serba modern sekarang ini, kecepatan dan ketepatan dalam sebuah sistem sangat dibutuhkan. Tidak terkecuali dengan sebuah perpustakaan. Banyaknya buku, catalog, data anggota, dan aktifitas peminjaman buku sangat membutuhkan sebuah sistem yang terkomputerisasi dengan baik. Hal ini tentunya sagat menunjang dalam rekaptulasi dalam sebuah perpustakaan. Karena jika kita  masih menggunakan cara pencatatan manual, sering terjadi kesemrawutan. Hal ini karena, selain cara tersebut masih tradisional juga disebabkan kehilangan catatan dan tidak ada sistem yang mem-back-up data –data tersebut.
Sebuah sistem informasi dibutuhkan sebagai penunjang keinginan pengguna dalam mengakses sebuah informasi secepat mungkin. Kecepatan informasi dibutuhkan, karena dimasa modern sekarang ini segala sesuai sangat terbatas oleh waktu. Sebagai contoh, jika kita mencari sebuah buku panduan komputer yang ada diperpustakaan hanya mengandalkan judul kita akan lama menemukannya. Oleh seba itu, dibutuhkan catalog sebagai sandi dari judul buku tersebut. Hal ini hamper sama dengan sistem informasi pada perpustkaan, kita hanya memasukkan judul buku, maka akan ditampilkan keterangan mulai pengarang dan tahun terbit.
Dalam sebuah sistem informasi, memuat berbagai macam data pada perpustakaan. Yang kita bahas dalam aplikasi ini adalah “Sistem Informasi Perpustakaan Dengan VB 6”. Pemilin judul ini dikarenakan perpustakaan yang ada di Madrasah Ibtidayah Plus Ma’arif NU Bacem masih menggunakan sistem manual. Yaitu dengan cara dicatat pada buku. Hal ini membuat sering terjadinya kehilangan data yang diakibatkan robeknya buku, tulisan yang kurang jelas. Sehingga banyak terjadi kesemrawutan data buku, data anggota dan data transaksi pada perpustakaan tersebut.
3.2. Sejarah Visual Basic
Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM), Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat, Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda. Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi luar tambahan. Dalam pemrograman untuk bisnis, Visual Basic memiliki pangsa pasar yang sangat luas. Dalam sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2005, 62% pengembang perangkat lunak dilaporkan menggunakan berbagai bentuk Visual Basic, yang diikuti oleh C++, JavaScript, C#, dan Java.[1]
Bill Gates , pendiri Microsoft, memulai bisnis softwarenya dengan mengembangkan interpreter bahasa Basic untuk Altair 8800, untuk kemudian ia ubah agar dapat berjalan di atas IBM PC dengan sistem operasi DOS, Perkembangan berikutnya ialah diluncurkannya BASICA (basic-advanced) untuk DOS, Setelah BASICA, Microsoft meluncurkan Microsoft QuickBasic dan Microsoft Basic (dikenal juga sebagai Basic Compiler), Visual basic adalah pengembangan dari bahasa komputer BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code), Bahasa BASIC diciptakan oleh Professor John Kemeny dan Thomas Eugene Kurtz dari Perguruan Tinggi Dartmouth pada pertengahan tahun 1960-an (Deitel&Deitel, 1999). Bahasa program tersebut tersusun mirip dengan bahasa Inggris yang biasa digunakan oleh para programer untuk menulis program-program komputer sederhana yang berfungsi sebagai pembelajaran bagi konsep dasar pemrograman komputer, Sejak saat itu, banyak versi BASIC yang dikembangkan untuk digunakan pada berbagai platform komputer.
Beberapa versinya seperti Microsoft QBASIC, QUICKBASIC, GWBASIC ,IBM BASICA, Apple BASIC dan lain-lain, Apple BASIC dikembangkan oleh Steve Wozniak, mantan karyawan Hewlett Packard dan teman dekat Steve Jobs (pendiri Apple Inc.). Steve Jobs pernah bekerja dengan Wozniak sebelumnya (mereka membuat game arcade “Breakout” untuk Atari),Mereka mengumpulkan uang dan bersama-sama merakit PC, dan pada tanggal 1 April 1976 mereka secara resmi mendirikan perusahaan komputer Apple. Popularitas dan pemakaian BASIC yang luas dengan berbagai jenis komputer turut berperan dalam mengembangkan dan memperbaiki bahasa itu sendiri, dan akhirnya berujung pada lahirnya Visual Basic yang berbasis GUI (Graphic User Interface) bersamaan dengan Microsoft Windows, Pemrograman Visual Basic begitu mudah bagi pemula dan programer musiman karena ia menghemat waktu pemrograman dengan tersedianya komponen-komponen siap pakai. Hingga akhirnya Visual Basic juga telah berkembang menjadi beberapa versi, sampai yang terbaru, yaitu Visual Basic 2008, Bagaimanapun juga Visual Basic 6.0 tetap menjadi versi yang paling populer karena mudah dalam membuat programnya dan ia tidak menghabiskan banyak Memori (komputer).
Sejarah BASIC di tangan Microsoft sebagai bahasa yang diinterpretasi (BASICA) dan juga bahasa yang dikompilasi (BASCOM) membuat Visual Basic diimplementasikan sebagai gabungan keduanya. Programmer yang menggunakan Visual Basic bisa memilih kode bahasa pemrograman yang dikompilasi atau kode yang harus bahasa pemrograman yang diinterpretasikan sebagai hasil Porting dari kode VB. Sayangnya, meskipun sudah terkompilasi jadi bahasa mesin, DLL bernama MSVBVMxx.DLL tetap dibutuhkan, Namun karakteristik bahasa terkompilasi tetap muncul (ia lebih cepat dari kalau kita pakai mode terinterpretasi).\


3.2.1.      Perkembangan Visual Basic

VB 1.0 dikenalkan pada tahun 1991, pendekatan yg dilakukan untuk menghubungkan bahasa pemrograman dengan GUI berasal dari prototype yg dikembang oleh “Alan Cooper” yg di sebut TRIPOD, Kemudian Microsoft mengontrak copper dan asosiasinya utk mengembangkan tripod agar dapat digunakan di windows 3.0 dibawah nama kode Ruby. Perjalanan dari Visual Basic (VB1 to VB 10):]
1.      Proyek “Thunder” dirintis
2.      Visual Basic 1.0 (May 1991) di rilis untuk windows pada COMDEX/Windows Wordltrade yg dipertunjukan di Atlanta , Georgia
3.      Visual Basic 1.0 untuk DOS dirilis pada bulan September 1992. Bahasa ini tidak kompatibel dengan Visual Basic For Windows. VB 1.0 for DOS ini pada kenyataaanya merupakan versi kelanjutan dari compiler BASIC, QuickBasic dan BASIC Professional Development System.
4.      Visual Basic 2.0 dirilis pada November 1992, Cakupan pemrogramannya cukup mudah untuk digunakan dan kecepatannya juga telah di modifikasi. Khususnya pada Form yg menjadikan object dapat dibuat secara seketika, serta konsejp dasar dari Class modul yg berikutnya di implementasikan pada VB 4
5.      Visual Basic 3.0 , dirilis pada musim panas 1993 dan dibagi menjadi versi standard dan professional. VB 3 memasukan Versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yg dapat membaca serta menulis database Jet (atau access) 1.x
6.      Visual Basic 4.0 (Agustus 1995) merupakan versi pertama yg dapat membuat windows program 32 bit sebaik versi 16 bit nya. VB 4 juga memperkenalkan kemampuan untuk menulis non-GUI class pada Visual Basic
7.      Visual Basic 5.0 (February 1997), Microsoft merilis secara eksklusif Visual basic untuk versi windows 32 bit . Programmer yg menulis programnya pada versi 16 bit dapat dengan mudah melakukan import porgramnya dari VB4 ke VB5. dan juga sebaliknya, program VB5 dapat diimport menjadi VB4. VB 5 memperkenalakan kemampuan untuk membuat User Control.
8.      Visual Basic 6.0 (pertengahan 1998) memperbaiki beberapa cakupan, temasuk kemapuannya untuk membuat Aplikasi Web-based . Visual Basic 6 di jadwalkan akan memasuki Microsoft “fasa non Supported” dimulai pada maret 2008

3.2.2.      Perbedaan VB 6 dan VB Net
Visual Basic versi 6.0 adalah versi terakhir VB sebelum berubah menjadi .Net. Banyak yang bertanya tentang perbedaan antara keduanya. Berikut sekilas perbedaan dan persamaan VB 6.0 dan VB .Net.
·         VB6 baru sebagian mendukung OOP. VB .Net telah mendukung penuh OOP.
·         Hasil kompilasi source code pada VB6 adalah file .exe biner. VB .Net berupa intermediate language.
·         Hasil kompilasi pada VB6 dapat langsung dieksekusi. VB .Net membutuhkan interpreter (.Net framework)
·         VB6 bermasalah pada deployment-nya (DLL hell). VB .Net tidak.
·         Program dari VB6 tidak dapat langsung berinteraksi dengan program dari bahasa lain. VB .Net dapat selama bahasa lain mendukung .Net.
·         Perintah-perintah dasar pada VB6 dan VB .Net sebagian besar masih sama.
·         Pengetikan kode pada VB.Net lebih cepat dari pada di VB6
·         Untuk akses ke database VB.Net menggunakan ADO.Net, VB6 menggunakan ADO. ADO.Net bukan pengembangan dari ADO. Jadi ADO.Net menggunakan teknologi yang  berbeda dengan ADO
·         Selain itu pada VB.Net 2008, dapat menggunakan LINQ (Language Integrated Query) untuk mempermudah mengaksesan data

3.3.      Microsoft Acces
Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data  komputer relasional yang  ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft WordMicrosoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.
   Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL ServerOracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.
Microsoft merilis Microsoft Access 1.0 pada bulan November 1992 dan dilanjutkan dengan merilis versi 2.0 pada tahun 1993. Microsoft menentukan spesifikasi minimum untuk menjalankan Microsoft Access 2.0 adalah sebuah komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 3.0, RAM berkapasitas 4 megabyte (6 megabyte lebih disarankan) dan ruangan kosong hard disk yang dibutuhkan 8megabyte (14 megabyte lebih disarankan). Versi 2.0 dari Microsoft Access ini datang dengan tujuh buah disket floppy 3½ inci berukuran 1.44 megabyte.
Perangkat lunak tersebut bekerja dengan sangat baik pada sebuah basis data dengan banyak record tapi terdapat beberapa kasus di mana data mengalami kerusakan. Sebagai contoh, pada ukuran basis data melebihi 700 megabyte sering mengalami masalah seperti ini (pada saat itu, memang hard disk yang beredar masih berada di bawah 700 megabyte). Buku manual yang dibawanya memperingatkan bahwa beberapa kasus tersebut disebabkan oleh driver perangkat yang kuno atau konfigurasi yang tidak benar.
Nama kode (codename) yang digunakan oleh Access pertama kali adalah Cirrus yang dikembangkan sebelum Microsoft mengembangkan Microsoft Visual Basic, sementara mesin pembuat form antarmuka yang digunakannya dinamakan dengan RubyBill Gates melihat purwarupa (prototype) tersebut dan memutuskan bahwa komponen bahasa pemrograman BASIC harus dikembangkan secara bersama-sama sebagai sebuah aplikasi terpisah tapi dapat diperluas. Proyek ini dinamakan dengan Thunder. Hal tersebut berakhir saat Microsoft merilis Visual Basic for Applications (VBA).




3.3.2. Versi
Tahun
Nama versi
Nomor versi
Sistem operasi yang didukung
Microsoft Access 1.1
1
T/A
Microsoft Access 2.0
2
Microsoft Access for Windows 95
7
Microsoft Windows 95 dan Windows NT 3.51
Microsoft Access 97
8
Microsoft Access 2000
9
Microsoft Office 2000 Premium dan Office 2000 Professional
Microsoft Access 2002
10
Microsoft Access 2003
11
Microsoft Access 2007
12

Microsoft Access 2010
14

3.3.3. Penggunaan
       Microsoft Access digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, di dalam sebuah organisasi yang kecil bahkan mungkin juga digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan juga para programmer untuk membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan manipulasi data. Access juga dapat digunakan sebagai sebuah basis data untuk aplikasi Web dasar yang disimpan di dalam server yang menjalankan Microsoft Internet Information Services (IIS) dan menggunakan Microsoft Active Server Pages (ASP). Meskipun demikian, penggunaan Access kurang disarankan, mengingat telah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi.
Beberapa pengembang aplikasi profesional menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan aplikasi secara cepat (digunakan sebagai Rapid Application Development/RAD tool), khususnya untuk pembuatan purwarupa untuk sebuah program yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk para salesman.
Microsoft Access kurang begitu bagus jika diakses melalui jaringan sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat klien/server. Meskipun demikian, tampilan muka Access (formreportquery, dan kode Visual Basic) yang dimilikinya dapat digunakan untuk menangani basis data yang sebenarnya diproses oleh sistem manajemen basis data lainnya, seperti halnya Microsoft Jet Database Engine (yang secara default digunakan oleh Microsoft Access), Microsoft SQL ServerOracle Database, dan beberapa produk lainnya yang mendukung ODBC.
3.3.4 Fitur
   Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrogramanStructured Query Language (SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-statemen SQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro dan VBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Para pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logikadan juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.
Microsoft SQL Server Desktop Engine (MSDE) 2000, yang merupakan sebuah versi mini dari Microsoft SQL Server 2000, dimasukkan ke dalam Office XP Developer Edition dan dapat digunakan oleh Microsoft Access sebagai alternatif dari Microsoft Jet Database Engine.
Tidak seperti sebuah sistem manajemen basis data relasional yang komplit, Microsoft JET Database Engine tidak memiliki fitur triggerdan stored procedure. Dimulai dari Microsoft Access 2000 yang menggunakan Microsoft Jet Database Engine versi 4.0, ada sebuahsintaksis yang mengizinkan pembuatan kueri dengan beberapa parameter, dengan sebuah cara seperi halnya sebuah stored procedure, meskipun prosesur tersebut dibatasi hanya untuk sebuah pernyataan tiap prosedurnya. Access juga mengizinkan form untuk mengandung kode yang dapat dieksekusi ketika terjadi sebuah perubahan terhadap tabel basis data, seperti halnya trigger, selama modifikasi dilakukan hanya dengan menggunakan form tersebut, dan merupakan sesuatu hal yang umum untuk menggunakan kueri yang akan diteruskan (pass-through dan teknik lainnya di dalam Access untuk menjalankan stored procedure di dalam RDBMS yang mendukungnya.
Dalam berkas Access Database Project (ADP) yang didukung oleh Microsoft Access 2000 dan yang selanjutnya, fitur-fitur yang berkaitan dengan basis data berbeda dari versi format/struktur data yang digunakan Access (*.MDB), karena jenis berkas ini dapat membuat koneksi ke sebuah basis data MSDE atau Microsoft SQL Server, ketimbang menggunakan Microsoft JET Database Engine. Sehingga, dengan menggunakan ADP, adalah mungkin untuk membuat hampur semua objek di dalam server yang menjalankan mesin basis data tersebut (tabel basis data dengan constraints dan triggerviewstored procedure, dan UDF). Meskipun demikian, yang disimpan di dalam berkas ADP hanyalah formreportmacro, dan modul, sementara untuk tabel dan objek lainnya disimpan di dalamserver basis data yang membelakangi program tersebut.
Access mengizinkan pengembangan yang relatif cepat karena semua tabel basis data, kueri, form, dan report disimpan di dalam berkas basis data miliknya (*.MDB). Untuk membuat Query, Access menggunakan Query Design Grid, sebuah program berbasis grafisyang mengizinkan para penggunanya untuk membuat query tanpa harus mengetahui bahasa pemrograman SQL. DI dalam Query Design Grid, para pengguna dapat memperlihatkan tabel basis data sumber dari query, dan memilih field-field mana yang hendak dikembalikan oleh proses dengan mengklik dan menyeretnya ke dalam gridJoin juga dapat dibuat dengan cara mengklik dan menyeret field-field dalam tabel ke dalam field dalam tabel lainnya. Access juga mengizinkan pengguna untuk melihat dan memanipulasi kode SQL jika memang diperlukan.
Bahasa pemrograman yang tersedia di dalam Access adalah Microsoft Visual Basic for Applications (VBA), seperti halnya dalam beberapa aplikasi Microsoft Office. Dua buah pustaka komponen Component Object Model (COM) untuk mengakses basis data pun disediakan, yakni Data Access Object (DAO), yang hanya terdapat di dalam Access 97, dan ActiveX Data Objects (ADO) yang tersedia dalam versi-versi Access terbaru.



BAB V
Penutup
Pada bab terakhir ini, saya akan memberikan beberapa kesimpulan dan saran yang akan disebutkan sebagai berikut :
5.1  Kesimpulan
1.    Dibutuhkan sistem informasi yang akurat pada sebuah perpustakaan sekolah, sehingga memudahkan pencatatan dan pencarian data.
2.    Dengan menggunakan sistem informasi perpustakaan  yang dirancang dengan menggunakan Visual Basic, dapat mengefisiensikan waktu sehingga menghasilkan kinerja informasi  yang maksimal.
3.    Bahasa Pemrograman Visual Basic merupakan sarana untuk mengolah database yang terstruktur dan berkemampuan tinggi dalam mengolah file yang berkapasitas besar.
4.    Form yang ditampilkan program ini sangat jelas, karena dalam perancanganya saya menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.
5.2  Saran
            Dari kesimpulan diatas, saya memberikan beberapa saran yang diharapkan dapat berguna untuk referensi bahan pembelajaran di lingkungan kampus atau di lingkungan pembelajaran lainnya. Diantaranya adalah :
1.    Dengan adanya sistem informasi perpustakaan yang terintegrasi, diharapkan mampu meminimalisir kesalahan data yang ada.
2.    Diharapkan penguasaan teknologi yang baik bagi petugas yang ada disebuah perpustakaan.
3.    Penyediaan perangkat komputer yang cukup dan memadai akan menambah maksimal para mahasiswa untuk belajar di kampus.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan baik dari segi isi dan penulisan pada laporan ini, maka kritik dan saran tetap kami harapkan guna menjadikan laporan ini menjadi jauh lebih baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar